BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Kesakitan
dan kematian yang diakibatkan rokok adalah bagian dari bentuk kelalaian
atau kesalahan yang di sengaja, karena itu identik dengan bunuh diri.
Padahal dalam sudut pandang agama, tindakan itu tidak akan diberkati
oleh Tuhan yang Maha Esa.
Penyakit
HIPERTENSI merupakan peningkatan tekanan darah yang memberi gejala yang
berlanjut untuk suatu target organ seperti strok untuk otak, penyakit
jantung koroner untuk pembuluh darah jantung dan untuk otot jantung.
Penyakit ini telah menjadi masalah utama dalam kesehatan masyarakat yang
ada di Indonesia maupum di beberapa negara yang ada di dunia.
Diperkirakan
sekitar 80% kenaikan kasus hipertensi terutama di negara berkembang
tahun 2005 dari sejumlah 639 juta kasus di tahun 2000, diperkirakan
menjadi 1,15 mulyar kasus di tahun 2005. Prediksi ini didasarkan pada
angka penderita hipertensi saat ini dan pertambahan penduduk saat ini.
Menurut data di Indonesia 6,5 juta orang dewasa menderita penyakit
akibat merokok. (Depkes, 2003).
Dari
segi kesehatan telah terbukti bahwa merokok berhubungan dengan
sedikitnya 25 jenis penyakit yang diakibatkan diantaranya penyakit
kardiovaskuler (seperti jantung koroner, stroke, aneurisma
arteroklerosis aorta, arteroklerosis pembuluh darah perifer).
Penyakit
kanker (seperti kanker paru, mulut, tenggorokan, pankreas, ginjal, dan
lambung), keadaan alergi dan penurunan daya tahan tubuh, diabetes
melitus, perubahan genetik, gangguan kromosom, menghambat perbaikan DNA
yang rusak serta mengganggu sistem enzimetik. Akhir-akhir ini para ahli
juga menghubungkan kebiasaan merokok dengan katarak mata dan osteoporosis. (Aditama, 2002).
World Health Organization
(WHO) memperkirakan dewasa ini terdapat sekitar 1,1 milyar perokok
didunia ini, 2 juta orang pria merupakan penduduk negara maju. Di negara
berkembang diperkirakan jumlah perokok hampir tiga kali lebih banyak
dibanding di negara maju yaitu sekitar 700 juta perokok pria.
Data
yang dikeluarkan WHO pada tahun 2002 menyebutkan bahwa 41% pria,
sementara di negara berkembang 50% pria punya kebiasaan merokok.
Data
Departemen Kesehatan RI, Indonesia pada akhir tahu 1999 kematian
akibat rokok sudah mencapai 57.000 jiwa pertahun. Angka konsumsi rokok
di Indonesia termasuk yang paling cepat pertumbuhannya di dunia karena
melonjaknya perokok pemula yang sebagian besar berumur antara 10-19
tahun. (Aditama, 2002).
Rokok
menjadi penyebab kematian di antara 10 orang dewasa di dunia.
Kecenderungannya makin meningkat, tahun 2030 diperkirakan akan
menyebabkan 10 juta kematian setahun. Di Indonesia konsumsi rokok tumbuh
paling cepat di dunia, penyebab utamanya perokok pemula. (IDI, 2002).
Merokok
dapat menjadi penyebab masalah kesehatan di Indonesia sangat nyata
terlihat sejak tahun 1980 dengan dimunculkannya hasil survey tentang
kebiasaan merokok dan beberapa aspek lainnya yang berhubungan dengan
merokok sekalipun data yang ada belum transparan menggambarkan situasi sebenarnya.
Sejak Survey Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) tahub 1992 hingga sekarang ditemukan bahwa penyakit jantung koroner menempati tingkat pertama penyebab kematian di Indonesia.
Sejak Survey Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) tahub 1992 hingga sekarang ditemukan bahwa penyakit jantung koroner menempati tingkat pertama penyebab kematian di Indonesia.
Penyakit
Jantung Koroner merupakan istilah umum yang digunakan untuk menyatakan
kelainan myocardium yang disebabkan oleh insufiensi aliran darah
koroner. (Himawan, 1973). Dari segi etiologi, merokok memang bukan
penyebab tunggal Penyakit Jantung Koroner. Beberapa faktor resiko
Penyakit Jantung Koroner, yaitu kebiasaan merokok, kadar kolesterol yang
tinggi dalam darah, kadar lemak yang tinggi dalam darah, hipertensi,
diabetes melitus obesitas dan sedentary living (gaya hidup dengan
aktivitas yang sedikit).
Dari
penjelasan di atas, ternyata kebiasaan merokok merupakan faktor resiko
yang relatif besar menyebabkan terjadinya Penyakit Jantung Koroner.
(Siagian, 1998).
Menghilangkan
salah satu faktor resiko atau mengurangi resiko akan berarti menurunkan
kemungkinan terjadinya Penyakit Jantung Koroner. Sebaliknya Penyakit
Jantung Koroner disebabkan merokok akan terus meningkat jika upaya untuk
mengurangi atau menghilangkan faktor penyebab tidak sungguh-sungguh
dilakukan.
Laki-laki perokok merupakan keadaan dimana seseorang dengan kebiasaan menghisap rokok setiap hari. Biasanya laki-laki perokok merasa lebih menonjolkan kejantanannya dibanding mereka yang tidak merokok.
Suami
adalah Seseorang yang menjadi kepala keluarga di dalam rumah tangga,
Selain itu juga suami merupakan tulang punggung, Pencari nafkah untuk
menghidupi isteri dan anak-anaknya. Sedangkan menurut DepKes RI 1998,
Definisi dari sebuah keluarga untuk menghidupi isteri dan anak-anaknya.
Sedangkan menurut DepKes RI 1998, Definisi dari sebuah keluarga
merupakan unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala
keluarga dan beberapa orang yang terkumpul dan tinggal disuatu tempat
dibawah suatu atap dalam keadaan saling ketergantungan.
Jumlah
penduduk cakung jakarta timur menurut data monografi Tahun 2010
berjumlah 850 jiwa, dengan perincian sebagai berikut: Penduduk laki-laki
sebesar 423 jiwa dan penduduk perempuan sebanuak 427 jiwa, sedangkan
jumlah kepala keluarga (KK) sebanyak 327 KK cakung jakarta timur.
Dari
hasil survey DinKes cakung jakarta timur diperoleh data tingkat
pengonsumsi rokok di cakung, jakarta timur masih sangst tinggi
dibandingkan dengan kecamatan-kecamatan yang ada di Jakarta. Oleh karena
itu penelitian tentang "PENGETAHUAN SUAMI TERHADAP HIPERTENSI AKIBAT
KEBIASAAN MEROKOK" perlu dilakukan.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan
latar belakang diatas maka penelitian merumuskan masalah Pengetahuan
suami terhadap hipertensi akibat kebiasaan merokok di cakung, jakarta
timur.
C. Tujuan Penelitian
Tujuan Umum : Mengetahui gambaran tingkat Pengetahuan suami terhadap Hipertensi akibat kebiasaan merokok.
Tujuan Khusus :
- Mengetahui sejauh mana tingkat pengetahuan suami terhadap dampak kesehatan akibat kebiasaan merokok.
- Mengetahui tingkat pengetahuan suami tentang dampak penyakit akibat merokok bagi orang dewasa, bayi, dan anak-anak.
D. Manfaat Penelitian
Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat dan masukan dalam berbagai bidang, yaitu sebagai berikut:
- Bagi Peneliti : Untuk mengembangkan kemampuan setelah memperoleh ilmu baik secara teori maupun praktik.
- Bagi Pemerintah : Hasil penelitian ini dapat digunakan untuk menetapkan kebijakan atau program yang tepat dalam usaha mengurangi jumlah perokok di indonesia.
- Institusi Pendidikan : Sebagai masukan bagi mahasiswa keperawatan agar lebih berkontribusi memperhatikan dan mempromosikan kepada masyarakat disekitarnya tentang bahaya perilaku merokok terhadap angka kejadian hipertensi.
- Di Bidang Pelayanan : Sebagai masukan atau informasi yang berguna bagi pelayan kesehatan untuk semakin meningkatkan promosi kesehatan mengenai dampak merokok terhadap hupertensi dan penyakit jantung lainnya.
E. Ruang Lingkup Penelitian
- Ruang Lingkup Tempat : Tempat yang digunakan sebagai tempat penelitian adalah kepala keluarga atau suami di cakung jakarta timur.
- Ruang Lingkup Materi : Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah ilmu keperawatan dengan kajian ilmu gizi dasar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar