Senin, 22 Desember 2014

Kesimpulan dan Rekomendasi

 KESIMPULAN

Penyakit hipertensi merupakan gangguan yang terjadi pada sistem peredaran darah sehingga tekanan darah menjadi diatas normal. Penyakit ini disebakan karena beberapa faktor, salah satu faktornya adalah gaya hidup yang tidak sehat (merokok).

Berdasarkan hasil penelitian di cakung jakarta timur, sebagian besar memiliki pengetahuan baik tentang hipertensi, (72%). Dan Keinginan para suami untuk berhenti merokok di cakung, jakarta timur masih sangat rendah (21%) yaitu sebanyak 30 orang.


SARAN

Melalui penelitian ini diharapkan pemerintah lebih memperhatikan lagi upaya larangan untuk tidak merokok di tempat-tempat umum, dan upaya menaikkan harga pajak rokok. Hal tersebut diupayakan agar dapat menekan angka perokok di indonesia.

Dan melalui penelitian ini juga diharapkan bagi para suami atau para ayah untuk tidak lagi merokok, karena dampaknya sangat buruk bukan hanya bagi yang merokok (perokok aktif) tetapi juga bagi yang menghirup udara rokok tersebut (perokok pasif).

PEMBAHASAN

 BAB III

PEMBAHASAN

Hasil penelitian kuesioner “Pengetahuan Suami tentang Hipertensi akibat kebiasaan merokok” yang telah disebar dalam lingkungan sekitar cakung, Jakarta Timur. Dalam lima variabel berupa; kebiasaan, pengetahuan tentang rokok, perasaan, perencanaan dan riwayat kesehatan adalah sebagai berikut:





PENDAHULUAN

BAB I

PENDAHULUAN


A. Latar Belakang
Kesakitan dan kematian yang diakibatkan rokok adalah bagian dari bentuk kelalaian atau kesalahan yang di sengaja, karena itu identik dengan bunuh diri. Padahal dalam sudut pandang agama, tindakan itu tidak akan diberkati oleh Tuhan yang Maha Esa.

Penyakit HIPERTENSI merupakan peningkatan tekanan darah yang memberi gejala yang berlanjut untuk suatu target organ seperti strok untuk otak, penyakit jantung koroner untuk pembuluh darah jantung dan untuk otot jantung. Penyakit ini telah menjadi masalah utama dalam kesehatan masyarakat yang ada di Indonesia maupum di beberapa negara yang ada di dunia.

Diperkirakan sekitar 80% kenaikan kasus hipertensi terutama di negara berkembang tahun 2005 dari sejumlah 639 juta kasus di tahun 2000, diperkirakan menjadi 1,15 mulyar kasus di tahun 2005. Prediksi ini didasarkan pada angka penderita hipertensi saat ini dan pertambahan penduduk saat ini. Menurut data di Indonesia 6,5 juta orang dewasa menderita penyakit akibat merokok. (Depkes, 2003).

Dari segi kesehatan telah terbukti bahwa merokok berhubungan dengan sedikitnya 25 jenis penyakit yang diakibatkan diantaranya penyakit kardiovaskuler (seperti jantung koroner, stroke, aneurisma arteroklerosis aorta, arteroklerosis pembuluh darah perifer). 

Penyakit kanker (seperti kanker paru, mulut, tenggorokan, pankreas, ginjal, dan lambung), keadaan alergi dan penurunan daya tahan tubuh, diabetes melitus, perubahan genetik, gangguan kromosom, menghambat perbaikan DNA yang rusak serta mengganggu sistem enzimetik. Akhir-akhir ini para ahli juga menghubungkan kebiasaan merokok dengan katarak mata dan osteoporosis. (Aditama, 2002).

World Health Organization (WHO) memperkirakan dewasa ini terdapat sekitar 1,1 milyar perokok didunia ini, 2 juta orang pria merupakan penduduk negara maju. Di negara berkembang diperkirakan jumlah perokok hampir tiga kali lebih banyak dibanding di negara maju yaitu sekitar 700 juta perokok pria.

Data yang dikeluarkan WHO pada tahun 2002 menyebutkan bahwa 41% pria, sementara di negara berkembang 50% pria punya kebiasaan merokok.

Data Departemen Kesehatan RI, Indonesia pada akhir tahu  1999 kematian akibat rokok sudah mencapai 57.000 jiwa pertahun. Angka konsumsi rokok di Indonesia termasuk yang paling cepat pertumbuhannya di dunia karena melonjaknya perokok pemula yang sebagian besar berumur antara 10-19 tahun. (Aditama, 2002).

Rokok menjadi penyebab kematian di antara 10 orang dewasa di dunia. Kecenderungannya makin meningkat, tahun 2030 diperkirakan akan menyebabkan 10 juta kematian setahun. Di Indonesia konsumsi rokok tumbuh paling cepat di dunia, penyebab utamanya perokok pemula. (IDI, 2002).

Merokok dapat menjadi penyebab masalah kesehatan di Indonesia sangat nyata terlihat sejak tahun 1980 dengan dimunculkannya hasil survey tentang kebiasaan merokok dan beberapa aspek lainnya yang berhubungan dengan merokok sekalipun data yang ada belum transparan menggambarkan situasi sebenarnya.

Sejak Survey Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) tahub 1992 hingga sekarang ditemukan bahwa penyakit jantung koroner menempati tingkat pertama penyebab kematian di Indonesia.

Penyakit Jantung Koroner merupakan istilah umum yang digunakan untuk menyatakan kelainan myocardium yang disebabkan oleh insufiensi aliran darah koroner. (Himawan, 1973). Dari segi etiologi, merokok memang bukan penyebab tunggal Penyakit Jantung Koroner. Beberapa faktor resiko Penyakit Jantung Koroner, yaitu kebiasaan merokok, kadar kolesterol yang tinggi dalam darah, kadar lemak yang tinggi dalam darah, hipertensi, diabetes melitus obesitas dan sedentary living (gaya hidup dengan aktivitas yang sedikit).

Dari penjelasan di atas, ternyata kebiasaan merokok merupakan faktor resiko yang relatif besar menyebabkan terjadinya Penyakit Jantung Koroner. (Siagian, 1998).

Menghilangkan salah satu faktor resiko atau mengurangi resiko akan berarti menurunkan kemungkinan terjadinya Penyakit Jantung Koroner. Sebaliknya Penyakit Jantung Koroner disebabkan merokok akan terus meningkat jika upaya untuk mengurangi atau menghilangkan faktor penyebab tidak sungguh-sungguh dilakukan.

Laki-laki perokok merupakan keadaan dimana seseorang dengan kebiasaan menghisap rokok setiap hari. Biasanya laki-laki perokok merasa lebih menonjolkan kejantanannya dibanding mereka yang tidak merokok.

Suami adalah Seseorang yang menjadi kepala keluarga di dalam rumah tangga, Selain itu juga suami merupakan tulang punggung, Pencari nafkah untuk menghidupi isteri dan anak-anaknya. Sedangkan menurut DepKes RI 1998, Definisi dari sebuah keluarga untuk menghidupi isteri dan anak-anaknya. Sedangkan menurut DepKes RI 1998, Definisi dari sebuah keluarga merupakan unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga dan beberapa orang yang terkumpul dan tinggal disuatu tempat dibawah suatu atap dalam keadaan saling ketergantungan.

Jumlah penduduk cakung jakarta timur menurut data monografi Tahun 2010 berjumlah 850 jiwa, dengan perincian sebagai berikut: Penduduk laki-laki sebesar 423 jiwa dan penduduk perempuan sebanuak 427 jiwa, sedangkan jumlah kepala keluarga (KK) sebanyak 327 KK cakung jakarta timur.

Dari hasil survey DinKes cakung jakarta timur diperoleh data tingkat pengonsumsi rokok di cakung, jakarta timur masih sangst tinggi dibandingkan dengan kecamatan-kecamatan yang ada di Jakarta. Oleh karena itu penelitian tentang "PENGETAHUAN SUAMI TERHADAP HIPERTENSI AKIBAT KEBIASAAN MEROKOK" perlu dilakukan.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas maka penelitian merumuskan masalah Pengetahuan suami terhadap hipertensi akibat kebiasaan merokok di cakung, jakarta timur.

C. Tujuan Penelitian
Tujuan Umum : Mengetahui gambaran tingkat Pengetahuan suami terhadap Hipertensi akibat kebiasaan merokok.
Tujuan Khusus :
  1. Mengetahui sejauh mana tingkat pengetahuan suami terhadap dampak kesehatan akibat kebiasaan merokok.
  2. Mengetahui tingkat pengetahuan suami tentang dampak penyakit akibat merokok bagi orang dewasa, bayi, dan anak-anak.
D. Manfaat Penelitian
Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat dan masukan dalam berbagai bidang, yaitu sebagai berikut: 
  1. Bagi Peneliti : Untuk mengembangkan kemampuan setelah memperoleh ilmu baik secara teori maupun praktik. 
  2. Bagi Pemerintah : Hasil penelitian ini dapat digunakan untuk menetapkan kebijakan atau program yang tepat dalam usaha mengurangi jumlah perokok di indonesia. 
  3. Institusi Pendidikan : Sebagai masukan bagi mahasiswa keperawatan agar lebih berkontribusi memperhatikan dan mempromosikan kepada masyarakat disekitarnya tentang bahaya perilaku merokok terhadap angka kejadian hipertensi. 
  4. Di Bidang Pelayanan : Sebagai masukan atau informasi yang berguna bagi pelayan kesehatan untuk semakin meningkatkan promosi kesehatan mengenai dampak merokok terhadap hupertensi dan penyakit jantung lainnya. 
E. Ruang Lingkup Penelitian
  1. Ruang Lingkup Tempat : Tempat yang digunakan sebagai tempat penelitian adalah kepala keluarga atau suami di cakung jakarta timur. 
  2. Ruang Lingkup Materi : Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah ilmu keperawatan dengan kajian ilmu gizi dasar.

ABSTRACT

Smooking it can cause especially disease. This disease emergence of unconsicious or (degenerative) Factors that cause hypertension may occur due to heredity, age, wrong diet, leck of activity, lifestyle and mind or stress.

Many people already know the effects of smoking, especially husbands. But it doesn't make them conscious or even decide to quit smoking. According to the results of my research they feel more confident when they smoke, they feel that cigarettes make them spirit.

This study found that the level of knowledge about hypertension husband who smoke by 72 % , from 30 respondents .


Keywords : Hypertension, Smoking, Level of Knowledge.

ABSTRAK

Merokok dapat menyebabkan penyakit, terutama penyakit hipertensi. Penyakit ini munculnya tidak disadari atau (degeneratif). Faktor penyebab hipertensi dapat terjadi karena keturunan, umur, pola makan yang salah, aktifitas yang kurang, gaya hidup dan pikiran atau stres.

Banyak orang yang sudah tahu dampak dari merokok itu sendiri, terutama para suami. Namun itu tidak membuat mereka sadar atau bahkan memutuskan untuk berhenti merokok. Menurut hasil penelitian saya mereka lebih merasa percaya diri ketika mereka merokok, mereka merasa bahwa rokok yang membikin mereka semangat. 

Penelitian ini menemukan hasil bahwa tingkat Pengetahuan Suami yang merokok tentang Hipertensi sebesar 72%, dari 30 responden.

Kata kunci: hipertensi, rokok, tingkat pengetahuan.

Hello Guys, Welcome to my new blog

Selamat datang di blog saya. Ini adalah Tugas Komputer Dalam Keperawatan S1
Universitas MH Thamrin Jakarta
Nama: Cindy Novasely
NIM:132131041
Jenis Kelamin: Perempuan
Nama Penelitian: Pengetahuan Suami Terhadap Penyakit HIPERTENSI Akibat Kebiasaan MEROKOK
Bahasan Penelitian: Penelitian tetang penyakit HIPERTENSI akibat kebiasaan MEROKOK sangatlah penting bagi masyarakat terutama bagi para suami/ayah.